Friday, December 30, 2005

suatu hari nanti.

bagaimana aku bisa lupa tentang kamu, jika setiap pagi kulalui dengan sayup-sayup deru mesin jet yang melintasi angkasa rumahku? setiap itu pula aku tengadah, dan berpikir kau disana, mengangkasa, membawa rinduku yang sejak dulu tak pernah patah, meski sempat merekah... dan kini menggumpal membuncah.

kau satu yang pernah memaksaku mengguratkan berlembar-lembar kerinduan yang tak terbalas... kau satu yang pernah membuatku berubah menjadi seseorang yg hilang akal, yang hanya mengerti kata malas... kau satu yang pernah mengilhamiku untuk membuat berbaris kata-kata tentang puja dan cinta, keinginan yang tak bertuan.

kau satu yang mengajariku untuk berteman dengan malam dan kesepian. dari waktu ke waktu. malam demi malam. bergelut sepi dan kegelapan. dan mimpi-mimpiku terangkum sebagai perjalanan panjang sebuah keinginan... aku ingin meleburkan hati yang dulu keras membeku dan membatu. setidaknya sekali saja, sebelum aku mati.

kini, usai sudah penantianku yang panjang dan sunyi. karena setiap saat deru itu menyapaku, aku tahu kau disana menatap ke arahku. membawa kisah kita yang baru. membawa rinduku yang kini kau pun tahu.

terbanglah kemanapun angin membawamu. karena di tengah hamparan putihnya awan gemawan di ketinggian tempatmu, kamu akan selalu ada dihatiku. Rindu telah kusematkan dalam kesadaranmu...
kita akan selalu berjumpa lagi, suatu hari nanti.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home