Friday, December 12, 2003

kesadaran

kemanapun aku pergi
dimanapun aku berada
tak ada yang senyaman
ketika aku disisimu

karena disanalah tempatku...
di relung hatimu
cintaku...



12 desember 2003
tentangmu

Thursday, December 11, 2003

solitude

buku-buku yang di tiap lembarnya kutuliskan namamu
tak mampu meredakan debar dan getar
yang kerap melandaku ketika aku rindu
tiap kali kutorehkan namamu,
rindu melesak mendesak membuatku sesak

dimana kau, belahan jiwaku?
ruang ini makin menelanku dalam kehampaan
dalam kesepian ditengah keramaian
rindu ini menyeretku dalam pencarian

dimana kau, anjangsana cintaku?
aku lelah berjalan tanpa arah
dan mataku binasa, nanar merupamu dalam bayang
rindu ini seperti malam tanpa cahaya
semua gelap gulita

lelah sudah jemariku mengguratkan namamu
tak jua lepas belenggu ini sepi
dan bersama waktu yang melata
kan kusematkan cinta dihatimu,
nanti ketika kita bertatap mata
entah bilanya...



11 Desember 2003
falling down...

Friday, December 05, 2003

Kau

kerinduan tentangmu seakan telah menjadi bayanganku
melekat kemanapun aku bergerak
memeta di tiap cahaya yang kulumat
kau ada ketika terang benderang
dan menyatu ketika gelap membentang

seperti cahaya yang menghidupi
rindu tentangmu menyeruaki dadaku laksana api
membakarku, menyemangati, menghidupi
senyummu memanggilku untuk berlari
tatapmu memberiku energi untuk bangkit
ketika aku terjatuh menapaki jalan berbatu

kau membuatku menjadi lelaki yang berarti
bukan karena harta, bukan pula karena rupa
selain dari kebaikan yang kautawarkan
dan kau selubungi dengan cinta yang tak terbantahkan
kau sematkan gelisahku di simpuh kelembutanmu
kau benamkan resahku di getar lagumu
menjadikanmu tempat terbaik untukku tetirah

kerinduan tentangmu menemaniku
jelajahi hari demi hari, waktu demi waktu
dan waktu membawa kita berkelana
melumati rindu yang tak henti membara

hingga akhir masa

batas

apakah bisa cinta
sebatas rasa
sebatas

angan ditidurin
mimpi tanpa
norma

apakah rasa
sebatas mimpi
tanpa cinta
tanpa

norma perlukah norma
dalam cinta tanpa
batas

Tuesday, December 02, 2003

Nyanyian Langit dan Laut Biru

adakah kita mampu memetik buah kenangan yang lahir dari pikiran dan keinginan? sehari saja kuinginkan langit tak tergantung tinggi.. begitu tinggi di ketinggian tempatmu. atau menepilah dari pandangan, agar dapat kukuak apa yang kau kandung. dan kupeluk apa yang telah kau lahirkan...

rindumu adalah untaian anak-anak manis, yang setiap hari menggayuti leherku. menyekap.. mendekap.. membenamkanku di dasar kebiruan lautku, yang entah gelap entah dalam entah berdasar, menyeretku tenggelam..

jika saja kau aku bernyanyi dalam sesang yang sepi, pasti akan kau dengar serenade
menghantarkan tidur kita dalam kelelapan. dan erang kegelisahan..

kita selalu saja berjalan di dua sisi kehidupan yang berbeda. keinginan yang liar dalam dimensi khayal dan ketakutan yang parau dalam kenyataan..

hanya satu yang berjalan seiring bersama. rindu dan cinta yang bergelora