Thursday, February 23, 2006

Youre still you

(lyrics and music by Linda Thompson and Ennio Morricone) Song By Josh Groban

Through the darkness,
I can see your light
And you will always shine
And I can feel your heart in mine
Your face I've memorized
I idolize just you
I look up to
everything you are
In my eyes you do no wrong
I've loved you for so long
And after all is said and done
You're still you
After all, you're still you

You walk past me
I can feel your pain
Time changes everything
One truth always stays the same
You're still you
After all, you're still you

I look up to
Everything you are
In my eyes you do no wrong
And I believe in you
Although you never asked me to
I will remember you
And what life put you through
And in this cruel and lonely world
I found one love
You're still you
After all, you're still you

Tuesday, January 31, 2006

dialog langit dan laut biru

Suatu ketika, di tengah kesibukannya mewarnai hari, laut dan langit kembali bertemu di percakapan yang sepi.

laut tenang meriak, dan langit biru semarak...

ocean:

(keluh)
laut selamanya akan menjadi laut
dan kau selamanya akan menjadi langitku
dan ketika laut memandang langit
selamanya dia akan menyimpan rindu kepadanya

rasanya aku belum pernah menggunakan analogi langit
seperti aku melukiskan kamu, blue sky.. i never did

blue sky:

kamu itu keindahan, sayang
kamu itu adalah ketenangan
kamu kedamaian yg aku inginkan
itulah kamu

ocean:

lalu kenapa kau tak mengambilku?
ambillah, bawalah aku ke langitmu.


hm, i'm glad aku menggunakan kata itu cuma untuk kamu.
kau langitku.

blue sky:
and u are my ocean.
justru karena kau lautan, aku tak mungkin bisa memilikimu.
kau milik bibir pantai yang setia menantimu
kau milik pulau-pulau yang selalu kau rengkuh

ocean:

dan kau milik ketinggian yang hakiki
kau yang selalu mendekap matahari
kau berteman awan-awan tak mungkin hidup tanpamu

hm, barangkali tempatmu terlalu tinggi
tak ada yang bisa kutawarkan padamu
selain riak-riak kecil untuk kau arungi
yang akan mengayun dan meninabobokanmu,
ketika kau gemuruh

turunlah, kapanpun kau mau memelukku..
kapanpun kau menginginkanku.

blue sky:

yang kumiliki hanya biru
tentang keinginan yang menggebu
tentang segala rasa yang serupa dengan birumu

dan aku hanya bisa memelukmu
lewat butir-butir yang bergumul menjadi awan kelabu
hanya dengan itu kita menjadi dekat
dan selamanya di cakrawala kita melekat..


dan percakapan siang itu terputus
ketika riak-riak menyenyap
matahari pergi meninggalkan gelap
langit dan laut kembali sepi
menanti esok hari

kisah yang usai

kekasih
aku tak mampu lagi menghitung hari
dan menekuri malam dengan lagu2 sepi
karena purnama semakin sempurna
merejamku dengan rindu luka menganga

selalu begitu sejak kau tak ada..

*didera sepi*

Kau satu lukisan yang tak pernah lekang...

Diantara begitu beraneka musik yang mengalun di telinga, lagu tentangmu tak pernah henti membahana. Mengusik jauh ke dasar kedalamanku yang bahkan aku sendiri pun tak pernah mampu menjamah. Lagumu selalu saja mengalirkan denting-denting yang bahkan ketika kusumbat telingaku rapat-rapat, pun masih saja terdengar lekat. Karena getarmu bukan saja mengaliri udara sekitarku, tapi merasuk di sekujur pori-pori kesadaranku. Menggetari relung hatiku, dimana kian ke dasar kian menyeruak gemanya.

Dan diantara lukisan-lukisan bayang yang kuhempaskan ke dasar jurang ingatan, di tempat mana kumusnahkan ribuan kenangan yang tak lagi ingin kusimpan, lukisan tentangmu tak pernah lekang meski kuendapkan sejuta keinginan untuk melupakan. Kau, dengan wajah mana dulu kerap kulekatkan telapak tanganku meresapi kelembutannya... sorot matamu, di tatap mana seringkali kulabuhkan pandanganku... senyummu, di bias mana kurebahkan resah dan gundah menjadi kelegaan tak membuncah... dan kuning langsat kulitmu, dengan bulu-bulu halus padanya sering kali jari-jemariku menari menyentuh-resapi perlahan seakan waktu pun semerta berhenti... tak pernah sekalipun mampu kuenyahkan. Ribuan kali jarum waktu berlari membenamkan segala tentang wajahmu, kau masih saja ada disana... abadi dan asri lestari. Tak sekalipun rindu terusik pergi.

Diantara debu dan segala pernak pernik yang berubah menjadi usang seiring waktu yang terbuang, selembar lukisan tentangmu, semerta hadir menghidupkan lagi getar yang sempat kuendapkan dan melemah hampir mati. Dulu dan hari ini tak pernah berbeda, aku tak mampu memusnahkannya. Seberapa besar pun keinginanku untuk seketika merobeknya, sesuatu mendekap erat dan mengikat jari-jariku seketika kaku tak berdaya. Bergetar tak terhingga. Aku tak mampu. Aku tak bisa.

Kau satu lukisan yang tak pernah lekang, tak pernah mampu kubuang.

Rintangan

Artis : CINDY FEAT GLENN FREDLY
Lagu : RINTANGAN

Kemesraan yang memikat hati
terbujuk hikmah di balik senyum mu
bercinta adalah satu yang sangat mudah
kasihmu padaku takkan terlupakan

berdua kita telah menjalin cerita (asmara)
sepanjang waktu yang berjalan
bersama kita telah mencoba mengharap
kehidupan dua manusia terpisah kini

oh mengapa cinta suci ini
harus terhenti meski semakin dalam
keyakinan dan keimanan mu itu
jadi rintangan walau Tuhan satu

hanya impian
maafkan daku
tetap kudamba
oh mengapa
Tuhan memisahkan kita

Friday, January 13, 2006

terimakasih

untuk AJ Moniques



pagi ini kulewati jalan itu seperti biasa
ada sesuatu menyergap, menyeruak dalam diri
aku tahu itu rindu. aku selalu mengenalinya.
aku selalu menggumankan namamu
merasakan dan membayangkan kedekatan,
denganmu

tapi jujur saja selepas jalan itu kau tak sirna
tak seperti asap yang lenyap ketika kukibaskan
atau lampu merah terakhir yang lenyap dari pandangan
ketika aku berbelok, dan bergumam... kau dimana?

dan pagi ini kita bertukar sapa saat sarapan pagi
pertemuan itu sedikit mengaburkan kerinduan
lalu kuadukan kekangenanku tentangmu
dan kau memberiku sebuah pelajaran
tentang rindu yang tak mengenal waktu

bidadariku terima kasih kau masih mengingatku!

Friday, December 30, 2005

suatu hari nanti.

bagaimana aku bisa lupa tentang kamu, jika setiap pagi kulalui dengan sayup-sayup deru mesin jet yang melintasi angkasa rumahku? setiap itu pula aku tengadah, dan berpikir kau disana, mengangkasa, membawa rinduku yang sejak dulu tak pernah patah, meski sempat merekah... dan kini menggumpal membuncah.

kau satu yang pernah memaksaku mengguratkan berlembar-lembar kerinduan yang tak terbalas... kau satu yang pernah membuatku berubah menjadi seseorang yg hilang akal, yang hanya mengerti kata malas... kau satu yang pernah mengilhamiku untuk membuat berbaris kata-kata tentang puja dan cinta, keinginan yang tak bertuan.

kau satu yang mengajariku untuk berteman dengan malam dan kesepian. dari waktu ke waktu. malam demi malam. bergelut sepi dan kegelapan. dan mimpi-mimpiku terangkum sebagai perjalanan panjang sebuah keinginan... aku ingin meleburkan hati yang dulu keras membeku dan membatu. setidaknya sekali saja, sebelum aku mati.

kini, usai sudah penantianku yang panjang dan sunyi. karena setiap saat deru itu menyapaku, aku tahu kau disana menatap ke arahku. membawa kisah kita yang baru. membawa rinduku yang kini kau pun tahu.

terbanglah kemanapun angin membawamu. karena di tengah hamparan putihnya awan gemawan di ketinggian tempatmu, kamu akan selalu ada dihatiku. Rindu telah kusematkan dalam kesadaranmu...
kita akan selalu berjumpa lagi, suatu hari nanti.

Wednesday, November 16, 2005

aku tak kan berhenti mencintaimu

aku tak 'kan berhenti mencintaimu
meski tak perlu aku berlari
membebat kenangan dan mimpi yang pergi
dan berdebar terengah berpacu rindu

memang tak lagi kita bermandi kata;
puisi cinta, rindu, debar pesona
meski kadang sentuhan kita kehilangan makna
kutahu cinta tentangmu selalu ada

aku tak 'kan berhenti mencintaimu
karena hanya itu yang kutahu
yang kumau


Nov. 2005

Tuesday, August 16, 2005

tentangmu!

kisah masa lalu




jarak yang terbentang diantara kita
mungkin hanya setipis kulit ari
karena kau tak pernah jauh
melekati relung hati

waktulah yang memisahkan kita
dalam kenangan abadi yang sama
ada rindu yang kau dengungkan
seperti aku disini, ada keinginan kulafalkan
menemuimu!

lalu bisakah kita menghapus dahaga kita
dengan sekali saja tatapan dalam
ketika tatapku tatapmu berpelukan
dalam bahasa yang sama kita pahami
ketika aku membuka hati
ketika kita berdiam diri

ahh, sepertinya semua kenanganku basi
kecuali satu...
kenangan tentangmu!

Saturday, April 09, 2005

andai dapat ku katakan ini

andai dapat kukatakan ini kepadamu;
tentang tak ada keinginanku selain bermuara di keluasanmu
seperti air yang mengikuti takdir mengalir
mengisi bentangan lautan:
tak berakhiran
tak berkesudahan

atau tentang naluri yang membawaku kembali
menekuri rautmu, sukmamu, seluruhmu
dan meleburkan diri di kedamaian yang kau tawarkan
tenggelam dalam ke-kita-an yang hakiki
dalam, tak berdasar..
tak usai berhitung waktu

andai dapat kukatakan ini kepadamu;
tepat ketika tatap kita lekat
tanpa bicara
tanpa kata

kaulah segalanya!

* selamat ulang tahun kekasih *